7 Efek Samping Berkurangnya Massa Otot Untuk Orang Tua

Seiring berlanjutnya usia, orang tua atau yang sudah lanjut usia akan mengalami penurunan massa otot. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan nama atrofi otot. Sayangnya, ada berbagai efek samping dari berkurangnya massa otot untuk kesehatan orang tua, seperti sulit menyeimbangkan tubuh.

Sebab, menurut Suzette Pereira, seorang peneliti dari Abbott, tubuh kita memiliki total 600 otot di dalamnya dan menyumbang sekitar 40% dari jumlah berat badan. Jika massa itu berkurang, tentu akan ada dampaknya juga untuk tubuh.

Namun selain usia, kondisi ini juga bisa terjadi jika aktivitas fisik yang tidak maksimal dan terkena penyakit atau cedera yang membuat tubuh jadi sulit untuk menggerakkan lengan atau kaki.

Jika massa otot sudah berkurang, ada banyak efek samping yang bakal terjadi di tubuh. Kira-kira, apa saja efek sampingnya? Yuk, kita bahas bersama!

  1. Patah Tulang

Saat massa otot pada orang tua berkurang, efek samping pertama yang bisa terjadi adalah jatuh dan patah tulang. Sebab, jumlah otot yang lebih sedikit membuat tubuh lebih sulit menyeimbangkan diri sehingga risiko jatuh dan patah tulang pun jadi lebih tinggi.

  1. Mengganggu Mobilitas

Setelah usia 30 tahun, tubuh akan mulai kehilangan sebanyak 3% sampai 5% massa otot. Bahkan, kebanyakan pria akan kehilangan sekitar 30% dari massa otot mereka selama hidup.

Menurut penelitian dari American Society for Bone and Mineral Research, orang tua yang mengalami penurunan massa otot akan sulit beraktivitas atau mengganggu mobilitas sehari-hari. Tak jarang, mereka akan menemukan trauma akibat jatuh, seperti patah pinggul, masalah di tulang selangka, kaki, lengan, hingga pergelangan tangan.

  1. Menurunkan Berat Badan

Massa otot mengandung 40% dari total berat badan. Jika persentase 40% tersebut mampu berkurang karena penurunan massa otot, maka berat badan pun akan ikut berkurang yang membuat tubuh jadi terlihat lebih kurus.

  1. Mengurangi Kesehatan Jantung

Melansir dari laman PCNA, asosiasi kesehatan kardiovaskular dari Amerika Serikat, meningkatnya massa otot juga bisa meningkatkan kesehatan kardiovaskular atau jantung. Dengan begitu, efek samping berkurangnya massa otot untuk orang tua juga bisa mengurangi kesehatan jantung di tubuh.

  1. Resistensi Insulin

Resistensi insulin adalah kondisi sel-sel di otot, lemak, dan hati yang tidak merespon insulin dengan baik sehingga tidak bisa mengambil glukosa dari darah. Akibatnya, pankreas akan membuat lebih banyak insulin untuk membantu glukosa memasuki sel.

Nah, saat massa otot berkurang, efek samping yang akan dialami orang tua ialah resistensi insulin. Sebab, otot menggunakan glukosa darah atau gula sebagai bahan bakar. Kehilangan otot dapat meningkatkan risiko resistensi insulin sehingga gula di dalam darah bisa menumpuk.

  1. Gangguan Pernapasan

Semua otot yang melekat pada tulang rusuk manusia memiliki potensi untuk menyebabkan gangguan pada pernapasan. Soalnya, ada berbagai otot yang membantu dalam mengembangkan rongga dada.

  1. Komplikasi 

Jika Anda memiliki penyakit tertentu dan massa otot sudah berkurang, maka tubuh akan rentan terhadap cedera tekanan dan infeksi. Bahkan, kurangnya massa otot seringkali membuat Anda tidak dapat menyelesaikan perawatan, seperti kemoterapi karena bisa menyebabkan komplikasi.

Itulah ketujuh efek samping berkurangnya massa otot untuk orang tua. Tentunya, Anda tidak ingin mengalami kondisi-kondisi tersebut, bukan? Maka dari itu anda perlu terus menjaga massa otot anda dengan memenuhi nutrisi dengan cukup.

Jenis Nutrisi Untuk Menjaga Massa Otot

Melansir dari Healthline, situs kesehatan dari Amerika Serikat, jenis nutrisi yang dikonsumsi berperan penting untuk menjaga massa otot orang tua. Jika Anda kekurangan protein, mineral, dan berbagai nutrisi lainnya, maka kemungkinan berkurangnya massa otot secara bertahap jadi lebih tinggi.

  1. Vitamin D

Orang yang sudah berumur biasanya akan mengalami kekurangan vitamin D karena gaya hidupnya yang tidak sehat. Padahal, vitamin D bisa menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot.

  1. Protein

Tubuh membutuhkan protein untuk bisa membangun dan memperkuat jaringan otot. Bahkan, beberapa studi yang telah dilakukan Pubmed Central sudah membuktikan bahwa orang tua yang mengkonsumsi protein lebih banyak bisa merangsang pertumbuhan otot mereka.

  1. Kreatin

Kreatin juga termasuk protein kecil yang biasanya dibuat di hati. Memang, tubuh seseorang akan memproduksi kreatin sendiri. Namun, Anda tetap bisa menyokong produksinya dengan suplemen yang mengandung kreatin untuk pertumbuhan otot. Agar maksimal, Anda perlu melakukannya dengan cara rutin berolahraga.

  1. Omega 3

Asam lemak omega 3 bisa meningkatkan pertumbuhan otot tubuh. Selain itu, jenis nutrisi yang satu ini juga memiliki manfaat anti inflamasi atau peradangan di tubuh. Nah, makanan yang mengandung asam lemak omega 3 adalah makanan laut dan vitamin minyak ikan.

Tenang saja, Anda terus bisa menjaga pertumbuhan massa otot tubuh dengan cara mengonsumsi nutrisi Tinggi Protein dari Entrasol Platinum. Entrasol Platinum diperkaya dengan kandungan Tinggi Protein 12gr/saji) dan Ekstrak Buah Zaitun yang juga dapat menjaga Anda dari paparan radikal bebas 4x lebih kuat dibandingkan dengan Vitamin C serta bagus untuk menjaga kesehatan jantung Anda.  Entrasol Platinum juga dilengkapi dengan Pro-Fit Advance Formula yang mengandung omega 3&6, tinggi serat, vitamin & mineral, serta rendah laktosa sehingga nyaman diperut. Konsumsi Entrasol Platinum 2x sehari untuk membantu menjaga massa otot Anda agar selalu fit & produktif setiap hari