Perlu Diperhatikan, Ini 7 Kebiasaan yang Harus Dihindari Lansia

Kebiasaan merupakan suatu hal yang kita lakukan secara berulang-ulang, sampai-sampai kebiasaan tersebut kita lakukan tanpa sadar. Ibaratnya, kebiasaan yang kita lakukan seperti menggosok gigi, sarapan, olahraga, atau bahkan merokok sudah menjadi bagian dari hidup kita.

Kebiasaan juga terbagi menjadi dua, ada kebiasaan baik dan ada pula kebiasaan buruk. Mengembangkan kebiasaan buruk mungkin terkesan lebih mudah dibandingkan mempertahankan kebiasaan baik. Namun, bagi orang tua yang sudah memasuki usia lanjut (lansia), kebiasaan buruk mampu mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.

Pasalnya, seiring bertambahnya usia, para lansia akan mengalami penurunan kognitif dan perubahan kesehatan fisik. Jika sebelumnya orang tua Anda mampu berolahraga selama satu jam sehari, ketika sudah masuk usia lanjut, mungkin ia hanya mampu berolahraga kurang dari satu jam saja.

Untuk itu, orang tua harus mulai memperhatikan kebiasaan yang harus dihindari lansia dan membuat pilihan gaya hidup yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, serta meningkatkan umur panjang. Seperti apa kebiasaan yang harus dihindari lansia? Berikut penjelasannya.

  1. Merokok

Masalah pernapasan dan berbagai kondisi terkait umum terjadi pada orang dewasa yang sudah memasuki usia lanjut usia dan merokok. Pasalnya, merokok dapat menyebabkan pengobatan menjadi kurang efektif, mempercepat perkembangan penyakit, dan meningkatkan risiko penyakit lain pada orang tua.

Maka dari itu, Anda dapat membantu orang tua Anda yang sudah berusia lanjut berhenti merokok dengan memintanya lebih banyak mengonsumsi makanan yang sehat, mengajaknya untuk melakukan aktivitas fisik ringan secara teratur, dan mengajaknya menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan tubuh di masa lansia.

  1. Kurang Tidur

Pola tidur yang kurang tidak hanya membuat lansia bangun dengan kekurangan energi keesokan harinya, tetapi juga bisa berdampak negatif pada kemampuan kognitif mereka. Selain itu, kebiasaan buruk seperti ini dapat menyebabkan lansia mengalami metabolisme yang rendah, memicu penyakit jantung, demensia, dan insomnia.

Sebuah studi menunjukkan orang yang kurang tidur memiliki kemampuan memori yang lebih buruk daripada mereka yang mendapatkan istirahat yang cukup. Inilah yang menyebabkan lansia mengalami lemahnya kemampuan untuk mengingat sesuatu. Terlalu sedikit tidur juga dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh, mengubah kadar hormon, dan mempersulit penurunan berat badan.

  1. Makan Terlalu Malam

Makan terlalu malam sebelum tidur juga merupakan kebiasaan yang harus dihindari lansia. Apalagi kalau makanan yang dikonsumsi malam hari sebelum tidur merupakan makanan uang tidak sehat. Kebiasaan ini dapat menyebabkan sakit perut, karena posisi tidur yang tengkurap atau berbaring memungkinkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan setelah makan.

Untuk menghindarinya, cobalah untuk menetapkan waktu makan yang teratur untuk orang tua Anda, supaya mereka memiliki waktu makan yang lebih sehat. Jika memang orang tua merasa lapar di malam hari, sebaiknya berikan makanan sehat seperti buah-buahan atau susu.

  1. Kurangnya Konsumsi Buah dan Sayur

Buah-buahan dan sayuran mengandung nutrisi yang mampu memperbaiki sel-sel yang rusak dan melindunginya dari bahaya. Bahkan, jika Anda makan lima porsi atau lebih buah dan sayuran setiap harinya, Anda dapat mengurangi risiko penyakit jantung sebanyak 20 persen.

Selain itu, mungkin lansia memiliki kondisi di mana mereka hanya bisa mengonsumsi beberapa makanan saja untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Untuk itu, coba untuk konsultasikan kondisi orang tua dengan tenaga profesional dan mintalah rekomendasi makanan yang cocok dikonsumsi mereka dan apa yang sebaiknya harus dihindari.

  1. Tidak Aktif Secara Fisik

Meskipun sudah memasuki usia lanjut, bukan berarti Anda tidak perlu lagi melakukan aktivitas fisik. Apalagi jika Anda merasa masih mampu melakukannya, sebaiknya tetap berolahraga ringan secara rutin setiap harinya untuk menjaga kebugaran tubuh dan untuk meregangkan otot dan sendi.

Pasalnya, menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak dapat mengakibatkan kesehatan tulang yang buruk serta risiko kecelakaan, cedera, dan infeksi yang lebih tinggi. Maka dari itu, lakukanlah olahraga ringan seperti berjalan santai, senam, bersepeda, atau yoga di rumah.

  1. Makan Berlebihan

Makan berlebihan dapat menyebabkan perut membesar dan tubuh memproduksi lebih banyak asam klorida, yang dapat menumpuk di kerongkongan. Akibatnya, risiko sakit maag meningkat.  Hal ini tentu kurang baik untuk lansia. Selain itu, kebiasaan yang harus dihindari lansia ini juga dapat menyebabkan masalah insulin dan mengganggu aliran darah dan oksigen ke otak.

  1. Memiliki Manajemen Stres yang Buruk

Manajemen stres yang buruk dapat meningkatkan kemungkinan stroke atau serangan jantung dan mempercepat penurunan kognitif pada lansia. Dengan mempelajari cara mengelola tingkat kecemasan, Anda dapat menurunkan risiko depresi dan meningkatkan kualitas hidup lebih sejahtera lagi.

Hindari berhubungan langsung dengan hal-hal yang membuat Anda stres dan cobalah untuk menikmati hidup dengan tenang. Selain baik untuk kesehatan fisik, manajemen stres yang baik juga berdampak positif untuk kesehatan mental Anda.

Untuk mendukung hidup yang lebih sehat di masa lansia lakukan perubahan pola makan menjadi lebih sehat. Pola makan yang disarankan adalah mengonsumsi makanan dengan rendah lemak jenuh, ikan dengan kandungan tinggi omega-3, produk susu rendah lemak, buah-buahan, serta sayuran. Sedangkan untuk minuman yang cocok dikonsumsi, lansia disarankan untuk memenuhi asupan cairan dengan banyak mengonsumsi air putih. Anda juga diizinkan untuk mengonsumsi teh, kopi, dan jus buah dengan sedikit gula. Sebisa mungkin hindari minuman yang terlalu dingin dan manis. Salah satu contoh minuman bernutrisi yang bisa diberikan untuk bantu menjaga kondisi tubuh lansia adalah Entrasol Platinum

Entrasol Platinum merupakan Nutrisi Tinggi Protein dengan Ekstrak Buah Zaitun sebagai antioksidan alami untuk membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan menjaga kesehatan jantung. Tak hanya itu saja, Entrasol Platinum juga mengandung tinggi protein (12gr/saji) untuk menjaga massa otot serta daya tahan tubuh. Dilengkapi dengan Pro-Fit Advance Formula, yaitu tinggi serat, omega 3&6, vitamin dan mineral serta kadar laktosa yang rendah sehingga nyaman di perut sebagai pelengkap untuk kesehatan lansia.

Agar manfaat yang dirasakan maksimal, minumlah nutrisi Entrasol Platinum secara rutin dua kali sehari. Entrasol Platinum tersedia dalam dua varian rasa vanila dan cokelat yang lezat. Ukuran tersedia 400 & 800 gram (ukuran 800 gram hanya tersedia untuk varian vanila). Anda bisa membelinya di supermarket,toko terdekat, atau Ecommerce kesayangan Anda. Jangan lupa untuk konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi Kesehatan tertentu.